Across-sectional study on the use of antibiotics at TTH in the Northern region of Ghana was performed. Data were collected by reviewing 10% of patients’ files from January to June 2015 and then assessed for its appropriateness against the criteria based on the British National Formulary (BNF) 2015 and BNF children 2013-2014.
PenerapanPraktek GCG di Perusahaan Publik sesuai dengan Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (Comply / Explain) A. Aspek 1 : Hubungan Perusahaan Terbuka Dengan Pemegang Saham Dalam Menjamin Hak-Hak Pemegang Saham. A.1. Prinsip 1 : Meningkatkan Nilai Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
ProgramTanggung Jawab Sosial Perusahaan 2016. Program PPM Perusahaan berdasarkan setiap pilar yang diadakan pada tahun 2016 di masing-masing unit usaha adalah sebagai berikut:. Kegiatan PPM PT Gorontalo Minerals (GM) No Kegiatan Activities Location Lokasi Pihak yang Terlibat Parties Involved Waktu Time 1 Pilar Lingkungan | Environment Pillar.
ObjectivesRadiation dose index monitoring (RDIM) systems may help identify CT dose reduction opportunities, but variability and complexity of imaging procedures make consistent dose optimization and standardization a challenge. This study aimed to investigate the feasibility to standardize and optimize CT protocols through the implementation of a Dose
4Pillars | How to Conduct #SafetyPerformance Monitoring and Measurement
4rTDvmw. 46 23. Safety performance target adalah sasaran jangka menengah atau panjang dari operator bandar udara yang ditentukan dengan menimbang antara yang diinginkan dan yang tercapai dengan dinyatakan dalam angka-angka. 24. Safety policy adalah suatu pernyataan yang mencerminkan manajemen keselamatan operator bandar udara dan menjadi landasan dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan. Kebijakan keselamatan menggariskan metode dan proses yang akan digunakan oleh operator bandar udara untuk mencapai hasil yang diinginkan. 25. Safety program adalah suatu rangkaian peraturan dan kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan keselamatan. 26. Safety requirement adalah prosedur operasi, teknologi, system dan program dimana ukuran keandalan, ketersediaan, kinerja, danatau ketepatan dapat ditetapkan untuk mencapai indikator kinerja dan target kinerja. 27. Severity adalah akibat yang mungkin dari kejadian atau kondisi tidak aman dengan mengacu pada kondisi paling buruk yang dapat diramalkan. 28. Sistem adalah serangkaian proses dan prosedur yang diorganisasikan. 29. Sistematik adalah bahwa kegiatan manajemen keselamatan akan dilaksanakan sesuai rencana yang telah ditetapkan dan berlaku dengan cara yang konsisten pada keseluruhan organisasi operator bandar udara. Empat Pilar Safety Management System Ada empat pilar yang menjadi dasar manajemen keselamatan yaitu kebijakan, manajemen resiko keselamatan, jaminan keselamatan, dan promosi keselamatan. 47 a. Kebijakan Semua sistem harus menerapkan kebijakan, prosedur, dan struktur organisasi untuk mencapai tujuan mereka. Kebijakan ini akan membangun kerangka kerja, meliputi 1. Keselamatan dan kualitas; 2. Peran, tanggung jawab, dan hubungan; 3. Pentingnya keterlibatan manajemen eksekutif; 4. Prosedur dan kontrol; b. Manajemen resiko keselamatan. Manajemen risiko merupakan proses identifikasi, analisa, dan eliminasi danatau mitigasi pada tingkat yang dapat diterima terhadap risiko yang mengancam operasional bandar udara. Manajemen risiko merupakan kunci dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Safety Management System dengan pendekatan berbasis data laporan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk alokasi sumber dayanya. Dalam manajemen resiko ditentukan terlebih dahulu probabilitas resiko dan keparahankonsekuensi resiko. Sebuah sistem formal identifikasi bahaya dan manajemen resiko keselamatan. Manajemen resiko keselamatan menetapkan persyaratan untuk manajemen keselamatan. Proses manajemen resiko keselamatan digunakan untuk memeriksa fungsi operasional dan lingkungan operasional mereka untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis resiko yang terkait, secara garis besar manajemen resiko keselamatan ini meliputi 1. Identifikasi haz 2. Penialian resiko 3. Penilaian resiko 4. Kriteria resiko; 5. Mitigasipengenda Identifikasi haz dan situasi yang dapa dengan memberi peni suatu resiko. Probabil 1. Sering; 2. Terkadang; 3. Jarang; 4. Mustahil; 5. Sangat mustah ini. Table Peni hazard; siko Penilaian probabilitas kejadian; siko Penilaian keparahan resiko kejadian; ko; gendalian resiko. hazard adalah identifikasi pencatatan setiap kondi pat menimbulkan suatu kecelakaan. Penilaian r penilaian terhadap probabilitas kejadian dan ting bilitas kejadian dibagi menjadi lima tingkat yait ustahil. Untuk lebih jelas perhatikan tabel berikut Penilaian probabilitas kejadian Sumber Dirjen Hubud 48 p kondisi, kejadian, n resiko dilakukan n tingkat keparahan aitu rikut dibawah 49 Keparahan adalah kemungkinan konsekuensi dari suatu bahaya, dimana sebagai patokan adalah situasi terburuk yang mungkin terjadi Dirjen Hubud, 2007. Penilaian keparahan suatu peristiwa dibagi kedalam lima tingkat nilai yaitu Bencana, Berbahaya, Besar, Kecil, dan Diabaikan. Untuk lebih jelas perhatikan tabel berikut. Tabel Penilaian keparahan resiko suatu peristiwa Defenisi penerbangan Arti Nilai Catastrophic • Peralatan hancur. • Banyak kematian. A Hazardous • Penurunan besar dari batas keselamatan, tekanan fisik atau beban kerja sedemikian rupa sehingga penyelenggara tidak dapat diandalkan untuk dapat melaksanakan tugas dengan akurat dan paripurna. • Cedera serius atau kematian bagi sejumlah orang. • Kerusakan besar pada peralatan. B Major • Penurunan signifikan dari batas keselamatan, berkurangnya kemampuan penyelenggara dalam mengadapi kondisi operasi yang sulit sebagai akibat dari kondisi yang memepengaruhi efisiensi penyelenggara tersebut. • Insiden serius. • Cidera pada manusia. C Minor • Gangguan. • Keterbatasan operasi. • Penggunaan prosedur darurat. • Insiden kecil. D Negligible • Konsekuensi kecil E Sumber Dirjen Hubud Selanjutnya pe tersebut digabungkan berikut. Tabel Ma Kriteria untuk dipergunakan untuk m atau tindakan yang di dibawah ini. penilaian probabilitas resiko dan penilaian ke an ke dalam matriks penilaian resiko, seperti Matriks penilaian resiko Sumber Dirjen Hubud untuk setiap nilai resiko dalam matriks pe uk menentukan bisa atau tidaknya suatu resiko diperlukan untuk mengendalikan resiko terse 50 n keparahan resiko rti pada tabel penilaian resiko siko dapat diterima rsebut. Lihat tabel Table Kri Mitigasipenge potensi bahaya, atau Dirjen Hubud 2007 Perhubungan Udara se G Kriteria penilaian resiko Sumber Dirjen Hubud ngendalian resiko adalah tindakan untuk tau mengurangi probabilitas kejadian atau ti 2007. Tahapan manajemen resiko keselamatan a seperti pada gambar dibawah ini. Gambar Tahapan manajemen resiko Sumber Dirjen Hubud 51 uk menghilangkan u tindakan resiko. n menurut Dirjen 52 c. Jaminan keselamatan Jaminan keselamatan diperlukan untuk mengelola persyaratan keselamatan. Fungsi jaminan keselamatan menerapkan proses jaminan mutu dan evaluasi internal terhadap proses, memastikan bahwa resiko kontrol, begitu dirancang sesuai dengan kebutuhan dan terus menjadi efektif dalam menjaga resiko dalam tingkat yang dapat diterima. Fungsi-fungsi jaminan dan evaluasi juga menyediakan dasar untuk perbaikan terus menerus. Jaminan keselamatan meliputi 1. Hubungan antara manajemen resiko, jaminan keselamatan dan evaluasi internal; 2. Peran dan sistem manajemen lain; 3. Informasi untuk mengambil keputusan; 4. Audit internal; 5. Evaluasi internal; 6. Integrasi peraturan dan program sukarela; 7. Audit eksternal; 8. Analisis dan penilaian; 9. Aksi perbaikan dan tindak lanjut; 10. Memonitor lingkungan. 53 d. Promosi keselamatan Upaya keselamatan organisasi tidak dapat berhasil dengan mandat atau ketat meskipun pelaksanaan kebijakan mekanistik. Seperti dalam kasus sikap terhadap individu yang bersangkutan, budaya organisasi mengatur nada yang predispose terhadap prilaku oraganisasi. Budaya organisasi terdiri dari nilai-nilai keyakinan, misi, tujuan, dan rasa tanggung jawab, yang dimiliki oleh anggota organisasi. Budaya mengisi ruang kosong adalah kebijakan organisasi, prosedur, serta proses yang memeberikan rasa tanggung jawab atas tujuan bersama upaya untuk keselamatan. CAA 2006 mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan SMS di bandar udara, perlu adanya forum komunikasi yang efektif antara bandar udara dan operator. Hal ini mungkin melibatkan banyak badan yang berbeda untuk bandar udara besar atau suatu komite multi disiplin untuk bandar udara kecil. Forum komunikasi ini sebagai contoh adalah komite keselamatan sisi udara, yakni suatu forum bersama untuk membahas semua aspek keselamatan dari pengoperasian bandar udara. Tujuan dari komite keselamatan ini adalah 1. Mengatur sebagai fokus dalam kepemilikan bersama atas tanggung jawab akan keselamatan sisi udara; 2. Memebangun kebijakan untuk pengoperasian bandar udara dengan selamat; 3. Mempertimbangkan dan menyelesaikan masalah keselamatan sisi udara; 4. Mempromosikan disiplin sisi udara. 54 Budaya Keselamatan dan Faktor Manusia
Title Page Site Location Audited by Conducted on SMETA 4-Pillar Audit Checklist ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM Complete the self-assessment for your site and make it available to the auditor for pre-review. Have copies of all local and national regulations and client requirements covering environment. Ensure all procedures are documented and sufficient to ensure you meet the legal requirements, including permits. FAILURE TO ACHIEVE LEGAL OBLIGATIONS IS LIKELY TO RESULT IN THE AUDITOR RECORDING A NON-COMPLIANCE If you do not have an environmental policy, consider creating one. Communicate your policy to all relevant parties. Make any certificates available for assessment ISO 14001 Prior to the assessment, list all environmental impacts for your site and prioritise them for action. Consider ways of reducing your impacts and together with the individuals responsible for performance produce action plans with targets. Keep any local inspection documents and ensure you react to any prosecutions, complaints or recommendations. ENERGY USAGE Where permits for energy use are required, ensure these are available and up to date. Keep records of your energy usage/week/month and document against your output. Map your energy use over time as a proportion of output and have targets for reduction. l Investigate opportunities for renewable energy such as, solar, wind turbines, geothermals, and energy from biomass Wood, animal manure, crop residues, and waste. WATER USAGE Where permits for water usage are required, ensure these are available and up to date. Keep records of your water usage/week/month and document against your output. Map your water use over time as a proportion of output and have targets for reduction. Investigate opportunities for re-cycling water such as greywater being used for other operations. WATER DISCHARGE Where permits for water discharge are required ensure these are available and up to date. Keep records of your water discharged both in quantity and quality. Ensure that water discharged meets the legal requirements with reference to its contents and quality, by sufficient testing. Track your water disposal routes and ensure that where necessary different types of water discharges are separated. Ensure that the operators carrying out the water testing know what action to take if the tests go outside of the legal and regulatory limits. WASTE Where permits for waste disposal are required ensure these are available and up to date. Keep records of your waste disposed of both in quantity and type and have an action plan to reduce waste by re-use, re-cycle and only dispose of as a last resort. Track your waste disposal routes and ensure that each one meets legal requirements. Ensure that you have checked any contractors processing your waste for legality and licenses. EMISSIONS TO AIR Where permits for air emissions are required ensure these are available and up to date. Keep records of your air emissions both in quantity and type and have an action plan to reduce. BUSINESS ETHICS MANAGEMENT SYSTEM Complete the self-assessment for your site and make it available to the auditor for pre-review. Have copies of all local and national regulations and client requirements covering Business Ethics issues. Ensure all procedures are documented and sufficient to ensure you meet the legal requirements, including permits. If you do not have a Business Ethics policy, consider creating one. Ensure that any of your and/or your clients Business Ethics policies are clearly communicated to the appropriate parties such as employees, customers, agents, suppliers. Have available any documentary evidence of sign up to any initiatives on business ethics standards. Prior to the assessment, list all Business Ethics risks for your site and prioritise them for action. Ensure that appropriate employees know how to report concerns through poster or website information. Keep any local inspection documents and ensure you react to any prosecutions, complaints or recommendations. BRIBERY/CORRUPT BUSINESS PRACTICE If bribery is not covered in any a Business Ethics policy, you should include it. Have available any documentary evidence of sign up to any anti bribery initiatives. Ensure that any of your and/or your clients bribery policies are clearly communicated to the appropriate parties such as employees, customers, agents, suppliers. Ensure that appropriate employees are informed on how to deal with any bribery issues they encounter in their work. CONFLICT OF INTERESTS If your or your clients policy does not cover conflict of interest, consider including it. Ensure that any rules of you or your clients concerning conflict of interests have been clearly communicated to the appropriate parties suppliers, customers, employees, agents etc. Ensure there is a clearly communicated procedure in place for dealing with conflict of interest concerns including advice given and disciplinary action against perpetrators. REPORTING AND INTERNAL CONTROLS/MONITORING Check your procedures for dealing with any Business Ethics issues which may have occurred in your business and ensure they are clearly documented and available for inspection. Check with those who have reported issues that procedures are being correctly followed and that there have been no reprisals following reporting. Check with interested parties suppliers, customers, agents, employees that they are aware of your Business Ethics policy or principles and that they are following these. Check that any actions taken as a result of substantiated Business Ethics issues, have been documented and have followed correct procedure. Ensure that any policies and procedures are fully communicated, and trained to the workforce especially those where there is a high risk of corrupt practice such as sales, logistics, purchasing. Ensure that any training is recorded. SIGN OFF Additional Observations Auditor's Name & Signature
4 pilar safety management system